Yayasan Cahaya Ilmu kembali menghadirkan program peningkatan kapasitas pendidik melalui pelatihan intensif yang diikuti oleh 120 guru dari 18 sekolah dampingan. Selama tiga hari, para peserta dibekali keterampilan praktis untuk mengubah suasana kelas yang pasif menjadi ruang belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Pelatihan ini berangkat dari keyakinan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana, tetapi juga oleh cara guru menyampaikan ilmu. Ketika guru tumbuh, murid pun ikut berkembang.
Belajar yang Berpusat pada Murid
Materi pelatihan menekankan pendekatan pembelajaran aktif, di mana murid didorong untuk bertanya, berdiskusi, dan menemukan jawaban secara mandiri. Para fasilitator memperkenalkan beragam teknik yang dapat langsung diterapkan di kelas.
- Pembelajaran berbasis proyek untuk mengasah kreativitas
- Diskusi kelompok kecil agar setiap suara murid terdengar
- Pemanfaatan media sederhana dari bahan di sekitar sekolah
- Penilaian yang menumbuhkan, bukan menghakimi
"Saya belajar bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi menyalakan rasa ingin tahu," ujar Ibu Rahmawati, salah satu peserta.
Dampak yang Berkelanjutan
Setelah pelatihan, setiap guru akan mendapatkan pendampingan berkala selama satu semester. Tim Cahaya Ilmu juga membentuk komunitas belajar guru agar pengalaman dan praktik baik dapat saling dibagikan antar sekolah.
Kami percaya, setiap guru yang berdaya adalah cahaya yang menerangi masa depan ratusan anak. Melalui program ini, Yayasan Cahaya Ilmu berkomitmen terus mendampingi para pendidik agar mereka tak pernah berhenti tumbuh.