Buku adalah jendela dunia, namun bagi banyak anak di pelosok desa, jendela itu sering kali tertutup karena keterbatasan akses. Melalui Gerakan Literasi, Yayasan Cahaya Ilmu meresmikan tiga taman baca baru yang kini menjadi rumah kedua bagi anak-anak untuk belajar dan berimajinasi.
Setiap taman baca dilengkapi lebih dari 500 judul buku, mulai dari cerita anak, ensiklopedia bergambar, hingga buku pelajaran pendamping. Ruangan dirancang hangat dan ramah agar anak betah berlama-lama menikmati bacaan.
Lebih dari Sekadar Ruang Membaca
Taman baca tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi pusat kegiatan yang menghidupkan budaya literasi di desa. Beragam aktivitas rutin diselenggarakan untuk menarik minat anak.
- Kelas mendongeng setiap akhir pekan
- Lomba menulis cerita pendek antar anak
- Pendampingan belajar membaca bagi adik-adik kelas awal
"Sekarang anak saya lebih suka membaca daripada bermain gawai sepanjang hari," ungkap seorang ibu di desa dampingan.
Menyalakan Cinta pada Ilmu
Para relawan literasi yang terlatih akan mendampingi taman baca ini secara berkala. Mereka tidak hanya menjaga koleksi buku, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan membaca yang menyenangkan sejak dini.
Yayasan Cahaya Ilmu berkomitmen menambah jumlah taman baca di tahun-tahun mendatang. Sebab kami percaya, dari halaman-halaman buku, lahir cita-cita besar yang akan mengubah masa depan anak negeri.